Pilrek Universitas Gorontalo Diwarnai Surat Suara Tidak Sah, Alumni Angkat Bicara

220

RELATIF.ID, GORONTALO___Setelah dilakukan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Gorontalo (UG) yang dimenangkan oleh Dr. Sofyan Abdullah dengan perolehan suara (14) lebih unggul dari 4 calon lainnya.

Adapun 4 calon lainnya yakni, Dr. Ramdhan Kasim perolehan suara (2), Prof. Dr. Meimoon Ibrahim perolehan suara (5), Dr. Drs. Ilyas Lahamuda (kosong) dan Dr. Drs. Dikson Junus (2).

Diketahui yang memilih Rektor Universitas Gorontalo ini dari jajaran intelektual di atas rata-rata namun sayangnya masih ada suara yang tidak sah atau rusak saat pemilihan Rektor.

Dengan melihat hal ini, Alumni Fakultas Hukum, Andi Polapa menyayangkan adanya surat suara yang rusak atau tidak sah tersebut.

“Jika yang memilih ini masyarakat biasa yang diluar Universitas saya masih maklum, tetapi kenyataan yang memilih ada senat dimana perkumpulan orang-orang cerdas. Toh masih ada surat suara yang rusak”, ujar Andi tersenyum.

” Jika begini kualitas proses pemilihan maka perlu adanya sosialisasi dari penyelenggara pemilu seperti Bawaslu dan KPU terhadap Dosen dan staf Universitas Gorontalo”, Lanjut Andi.

Perolehan suara pemilihan Rektor Universitas Gorontalo dan suara tidak sah

Namun demikian, dirinya menyampaikan selamat pada Rektor yang terpilih saat ini dan diharapkan bisa merealisasikan visi dan misinya demi Universitas Gorontalo kedepannya.

“Universitas Gorontalo ini sudah banyak melahirkan alumni-alumni yang berkualitas jangan lagi ada pemilihan yang tidak menggunakan hak suara atau merusak surat suara. Dengan adanya surat suara tidak sah ini menandakan demokrasi tidak baik”, kata Andi.(Hendra/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab