Tragedi Kecelakaan Harus Jadi Pelajaran, Bukan Alasan Memutus Mata Pencaharian Ratusan Keluarga
(OPINI).
DUKA YANG HARUS DIPAHAMI.
Meninggalnya seorang pekerja tambang asal Popayato Timur di lokasi tambang Desa Sejoli, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, adalah tragedi yang menyayat hati. Tidak ada keluarga yang ingin berangkat mencari rezeki lalu pulang tak bernyawa. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.
Tapi duka ini jangan sampai dijadikan satu-satunya kacamata menilai seluruh kawasan dan masyarakatnya.
JANGAN SATU KEJADIAN, SATU PENILAIAN
Kecelakaan itu terjadi di kawasan yang memang berisiko — peringatan bahaya sudah disampaikan kepada para pekerja. Tetap saja terjadi, dan ini harus jadi pelajaran: tambang manual punya risiko nyata, tidak boleh dianggap remeh. Yang perlu ditingkatkan: kesadaran, pengawasan, dan budaya keselamatan di lapangan — bukan menutup akses kehidupan.
SEJOLI SELAMA INI TERBUKA UNTUK SAUDARA GORONTALO
Para pekerja dari Gorontalo datang ke Sejoli bukan untuk merugikan — mereka datang membawa harapan: biaya sekolah anak, kebutuhan orang tua, makan sehari-hari. Selama ini masyarakat Sejoli menerima mereka dengan tangan terbuka. Hidup berdampingan, bekerja bersama — sebagai tetangga yang sama-sama berjuang mencari nafkah.
JANGAN TRAGEDI MELAHIRKAN KORBAR EKONOMI BARU
Sayangnya pemberitaan sepihak mulai menimbulkan ketakutan. Masyarakat Sejoli mulai membatasi keberadaan pendatang. Dampaknya:
• Ratusan keluarga kehilangan sumber penghasilan
• Anak tetap butuh biaya sekolah, kebutuhan rumah tetap berjalan
• Satu korban jiwa — lalu puluhan keluarga jadi korban sosial dan ekonomi
Jangan biarkan tragedi berubah menjadi alasan memutus mata pencaharian.(Rdx).



