Seperti Hari Raya Ketupat, Sekda Roni Sampir Harap Festival Malam Qunut Jadi Ikon Di Wilayah Batudaa

34

RELATIF.ID, GORONTALO_Sekretaris Daerah, Roni Sampir mengungkapkan, tradisi malam Qunut di Gorontalo, pertama kali diperkenalkan masyarakat Kecamatan Batuda’a pada tahun 1940.

Hal ini ia sampaikan saat membuka festival malam qunut di Lapangan Portal, Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (26/03/2024).

Menurutnya, festival malam qunut ini perlu dilestarikan, guna meningkatkan perekonomian di Kabupaten Gorontalo khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain itu, ia juga menyatakan, ini akan menjadi wisata religi disetiap malam Qunut pada bulan Ramadhan. Sebab, kata Roni, masyarakat dari luar wilayah Kecamatan Batudaa dan Kecamatan tabongo ini, begitu antusias menyaksikan festival tersebut.

Sehingga kedepannya, harap Roni, festival Qunut ini menjadi ikon di Kecamatan Batuda’a dan sekitarnya.

“Ini sama halnya, ketika berbicara hari raya ketupat, kita berfikir pasti kampung jawa. Maka kedepannya, ketika berbicara festival Qunut, masyarakat berfikir pasti Batuda’a Cs,” ungkap Roni Sampir

Dengan demikian, tegas Roni, festival malam Qunut ini kedepannya menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Sehingga, apa yang menjadi harapan pemuda, ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan berkontribusi terhadap kegiatan festival malam Qunut ini,” tegasnya

Pewarta: Beju

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab