Abdul Hanap; Tambang Ilegal di Parimo Menelan Korban Jiwa, Salah Siapa?

280

Abdul Hanap M.P.,SH.,MH, melalui tulisannya yang dikirim ke redaksi relatif.id mengungkapkan bela sungkawa kepada korban longsornya tambang di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi
Moutong

Siapa yang harus bertanggung jawab atas petaka longsornya material di lokasi pertambangan yang menelan beberapa korban jiwa di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi
Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu 24/02/2020.

Tambang yang telah menelan korban itu diduga merupakan pertambangan ilegal. Kali ini pemerintah harus lebih tegas terhadap aktivatas ilegal mining, jangan sampai terkesan ada pembiaran atau hanya habis dimeja rapat
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tanpa ada tindakan yang pasti, perlu tindakan lebih serius untuk menghentikan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) ini. tulisnya

Pria kelahiran Parimo, Sulteng, Abdul Hanap yang kerap disapa Adnan ini menyampaikan Saat ini lembaga-lembaga negara sudah lengkap, manfaatkan secara Profesional & Proporsional.

Terlepas dari persoalan longsornya material, pertambangan ilegal juga berpotensi mengakibatkan banjir serta kerusakan lingkungan
lainnya, sementara “setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat” sebagaimana ketentuan Pasal 9 ayat (3) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

Abdul Hanap, menerangkan ” tidak ada jaminan dari pengelola tambang akan melakukan reklamasi atau kegiatan pasca tambang untuk pemulihan kualitas lingkungan serta pemulihan ekosistem setelah mereka melakukan kegiatan pertambangan, olehnya tidak ada alasan hukum untuk tidak dilakukan penertiban Atas kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tersebut”

Karena sudah mengakibatkan korban jiwa maka saya berharap seluruh “stakeholder kunci” tolong jangan ditunda lagi proses penindakan agar tidak ada korban selanjutnya.

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab