kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
OpiniProvinsi Gorontalo

Gusnar Ismail: Pemimpin dengan level Energi Tinggi dan Energi Non-Fisik

521
×

Gusnar Ismail: Pemimpin dengan level Energi Tinggi dan Energi Non-Fisik

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Alvian Mato.,S.Pd.I.,SH.,M.Pd.I

Tim komunikasi Gubernur.

Dinosaur

 

RELATIF.ID, GORONTALO__Gusnar Ismail adalah seorang pekerja dengan energi tinggi serta energi non-fisik. Ia cenderung diam dan tidak merespons pernyataan-pernyataan yang menyerang ataupun mengkritik dirinya, termasuk upaya membangun persepsi yang keliru tentang dirinya. Dalam alam pikirannya, tidak ada istilah disharmonisasi. Dalam sistem pemerintahan modern, semua orang adalah sumber daya yang harus digerakkan dan dimanfaatkan baik yang setuju, tidak setuju, maupun yang tidak selaras.

 

Gusnar Ismail merupakan tipe pemimpin yang bekerja pada level energi tinggi dan energi non-fisik, meminjam istilah dari Prof. Hamdan Juhannis. Pemimpin dengan energi tinggi adalah pemimpin yang memaafkan, menoleransi, memahami, dan mendukung. Ia memiliki stok energi yang melimpah, sehingga menjadikannya salah satu tokoh pemimpin di Provinsi Gorontalo.

 

Sebaliknya, Gusnar menanggalkan energi rendah dalam kepemimpinannya seperti iri, anti kritik, dengki, sakit hati, reaktif, provokatif, dan agitatif yang cenderung merugikan dalam membangun organisasi pemerintahan.

 

Dalam pemahamannya, orang yang memiliki energi yang setara atau tinggi cenderung membangun persepsi yang seimbang dan memberikan penilaian yang setara yang disebut sebagai “chemistry”.

 

Selain itu, Gusnar Ismail memiliki energi non-fisik yang membedakannya dari pemimpin lainnya, yakni kekuatan berpikir yang sistematis, terstruktur, komprehensif, universal, dan objektif. Ia juga memiliki kemampuan berpikir imajinatif serta kebiasaan untuk merenung. Dalam istilah Prof. Hamdan Juhannis, energi non-fisik berasal dari olahan hati, jiwa, batin, naluri, dan intuisi yang baik serta bersih.

 

Oleh karena itu, dalam tataran kepemimpinan yang dibawa oleh Gusnar Ismail, ia mengedepankan keselarasan, chemistry, dan keseimbangan dalam pemerintahan. Lantas, mengapa masih ada yang tidak selaras dengan model kepemimpinan modern yang diusung Gusnar Ismail? Jawabannya, semua tergantung pada pribadi dan level energi masing-masing, apakah masih berada pada level rendah, menengah atau tinggi.(Mad/Relatif.id).

Menarik Untuk Anda :  Pemilu : Hadirkan Kedamaian Cinta Dalam Sebuah Perbedaan
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312