RELATIF.ID, GORONTALO – Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo melaporkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025.
Laporan ini disampaikan melalui kegiatan Taklimat Media Capaian Kinerja yang dilaksanakan di Aula Dulohupa Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Senin (29/12/2025).
Taklimat media ini merupakan forum untuk penyampaian informasi mengenai hasil, capaian, serta kinerja program yang telah dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo selama satu tahun anggaran.
Kegiatan tersebut bertujuan membangun transparansi, akuntabilitas, serta memperkuat komunikasi dua arah antara lembaga pemerintah dan publik melalui media massa.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Arie Andrasyah Isa, mengatakan taklimat media digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi atas pelaksanaan tugas dan fungsi pembinaan, pengembangan, serta pelindungan bahasa dan sastra.
“Sejak Januari hingga Desember 2025, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo telah melaksanakan berbagai program kebahasaan dan kesastraan dengan capaian yang cukup signifikan. Bahkan beberapa capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Arie.
Sebagai salah satu lembaga negara di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo terus berupaya mewujudkan kinerja optimal di bidang pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa dan sastra demi terciptanya pelayanan prima bagi masyarakat.
Koordinator Tata Usaha Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Zuhriati A. Tahaku menyatakan, bahwa di tahun ini, pihaknya telah memiliki tujuh target sasaran kegiatan dengan 12 indikator kinerja kegiatan.
Ia juga memaparkan secara rinci terkait hasil capaian kinerja Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025.
Berikut penjabaran mengenai hasil capaian kinerja Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025.
Perhelatan Karya Kreatif Literasi Kebahasaan dan Kesastraan
Sepanjang tahun 2025, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menyelenggarakan empat kegiatan perhelatan karya kreatif literasi kebahasaan dan kesastraan.
Adapun empat kegiatan perhelatan karya kreatif literasi kebahasaan dan kesastraan yang telah diselenggarakan:
Pertama, Dimensi Bulan Bahasa, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 dengan tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”.
Kedua, Pembinaan dan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo Tahun 2025, yang merupakan agenda tahunan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini meliputi tahapan audiensi dan seleksi, prakarantina, karantina, hingga puncak pemilihan duta bahasa.
Ketiga, Bengkel Sastra Musikalisasi Puisi, yang dilaksanakan pada Mei 2025 dengan menghadirkan Reda Gaudiamo sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK/MA di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.
Keempat, Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2025, yang diikuti oleh 17 tim dari satuan pendidikan di Provinsi Gorontalo. Pemenang pertama dan kedua tingkat provinsi selanjutnya mengikuti Festival Musikalisasi Puisi tingkat nasional dan berhasil meraih peringkat terbaik V.
Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia
Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo juga telah mencatat capaian 275 penutur bahasa terbina melalui program peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi pendidik dan tenaga profesional.
Sebanyak 220 pendidik dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK/MA di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo mengikuti kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas kemahiran berbahasa Indonesia para pengajar di setiap jenjang pendidikan.
Sebagai alat ukur, peserta diwajibkan mengikuti tes awal, tes akhir, serta Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Selain itu, 55 tenaga profesional yang terdiri atas penyiar, sekretaris, penulis, komunitas pewara, penyuluh, dan jurnalis juga mengikuti kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi profesional umum. Peserta juga diwajibkan mengikuti tes awal, tes akhir, dan UKBI.
Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif
Sepanjang tahun 2025, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo mencatat ada sebanyak 1.297 penutur bahasa mengikuti UKBI Adaptif Merdeka.
UKBI ini merupakan instrumen resmi untuk mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia seseorang.
Diketahui, UKBI dilaksanakan tanpa pungutan biaya bagi pelajar, sedangkan bagi peserta nonpelajar mengacu pada PP Nomor 22 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Di tahun ini, total PNBP UKBI Adaptif di Provinsi Gorontalo mencapai Rp13.500.000,00.
Program Literasi Generasi Muda
Melalui program literasi kebahasaan dan kesastraan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo berhasil membina 600 generasi muda.
Rinciannya, 200 siswa SD mengikuti Bimbingan Teknis Cerdas Mengulas Buku.
Kemudian, ada 200 siswa SMP mengikuti Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat.
Dan 200 siswa SMA/SMK mengikuti Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis dan Analitis.
Produk Kamus dan Pedoman Kebahasaan
Tak hanya itu, di tahun ini, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo juga telah memvalidasi tiga produk kamus dan pedoman kebahasaan.
Produk tersebut berupa senarai 524 kosakata bahasa Gorontalo yang diusulkan ke KBBI VI, Kamus Bergambar Gorontalo–Indonesia, serta Kamus Gorontalo–Indonesia bagi Pelajar.
Kamus Bergambar Gorontalo–Indonesia merupakan kamus dwibahasa berbasis aplikasi dengan 1.400 lema dan dapat diunduh melalui Play Store.
Sementara itu, Kamus Gorontalo–Indonesia bagi Pelajar memuat lebih dari 3.000 lema untuk memudahkan pelajar memahami bahasa Gorontalo.
Produk Penerjemahan
Di bidang penerjemahan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menghasilkan 64 produk penerjemahan berupa cerita anak dwibahasa Gorontalo–Indonesia jenjang semenjana.
Naskah cerita anak tersebut merupakan karya penulis Gorontalo yang sebelumnya mengikuti Bimbingan Teknis Penulisan Naskah Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025, kemudian diterjemahkan, divalidasi, dan diuji keterbacaannya.
Pelestarian dan Perlindungan Bahasa Daerah
Di tahun ini pula, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo telah menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Gorontalo.
Festival ini diikuti 112 peserta hasil seleksi tingkat kabupaten/kota, yang melombakan empat cabang, yaitu pidato bahasa Gorontalo, mendongeng bahasa Gorontalo, menulis cerpen bahasa Gorontalo, dan lohidu, serta dirangkaikan dengan Festival Tunas Bahasa Suwawa Kabupaten Bone Bolango.
Selain itu, 223 penutur bahasa daerah difasilitasi melalui program perlindungan bahasa daerah, yang mencakup 200 pengajar utama revitalisasi bahasa Gorontalo dan 23 pengajar utama revitalisasi bahasa Suwawa.
Pemetaan Kebinekaan Bahasa dan Sastra
Dalam agenda pemetaan Kebinekaan bahasa dan sastra, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo telah melaksanakan di lima titik pengamatan strategi.
Lima titik pengamatan itu yakni Dulamayo Utara, Lamu, Alo, Masiaga, dan Olimeyala.
Dari kegiatan ini, terkumpul 1.191 berian berupa kosakata dasar dan kosakata budaya dasar.
Layanan Profesional Kebahasaan dan BIPA
Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo juga telah memfasilitasi 51 lembaga layanan profesional kebahasaan.
Lembaga yang telah difasilitasi itu mencakup lembaga pendidikan, pemerintahan, dan swasta.
Selain itu, enam lembaga lainnya mendapatkan fasilitasi program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA.
Akuntabilitas Kinerja dan Inovasi
Hasil penilaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) tahun 2025 menunjukkan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo meraih predikat A dengan nilai 88,5, meningkat dari tahun 2024 yang memperoleh nilai 86,10.
Nilai Kinerja Anggaran juga meraih predikat sangat baik dengan nilai 91,44, dengan realisasi anggaran mencapai 98,22 persen dari pagu Rp8,54 miliar.
Meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo telah mengembangkan inovasi Digitalisasi Informasi Kebahasaan dan Kesastraan.
Upaya ini dilakukan untuk menjamin keterbukaan informasi publik dan optimalisasi layanan kepada masyarakat.
Melalui capaian tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, mengembangkan, dan melestarikan bahasa serta sastra daerah dan nasional sebagai bagian dari identitas dan kebudayaan bangsa. (Beju)



