Kisruh Pilkades Bongohulawa Terus Berlanjut, Mohamad T. Ase : Jangan Menghambat Proses Pemerintahan

545

Kisruh penyegelan kantor Desa Bongohulawa Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo (Kabgor) yang di mediasi oleh pihak-pihak terkait masih tidak membuahkan hasil, Kamis (25/02/2021)

Seperti yang di sampaikan Camat Bongomeme, Mohamad T. Ase bahwa sampai terjadinya penyegelan gedung kantor desa, dan gedung sekretariat panitia pilkades adalah merupakan ketidakpuasan masyarakat pendukung cakades petahana yang tidak mendapat rekomendasi.

” Polemik pilkades ini buntut dari ketidakpuasan masyarakat adanya putusan komisi pemilihan kepala desa tingkat Kabupaten Gorontalo yang salah satunya tidak meloloskan petahana sebagai calon kepala desa periode tahun 2021-2027 itu dikarenakan ada surat keterangan dari BPD bahwa kepala desa petahana tidak pernah melaksanakan LKPPD setiap akhir tahun dari 2016 sampai 2019 berdasarkan itu maka komisi pemilihan pilkades memutuskan tidak memberikan rekomendasi kepada petahana,” ungkapnya

” Nah karena pendukungnya tidak puas dengan putusan itu sehingganya melaksanakan penyegelan baik kantor desa, dan sekretariat panitia pilkades untuk desa bongohulawa,” tambah Moh. T Ase

Dirinya juga menjelaskan jika pihaknya sudah memediasi kisruh tersebut sebanyak dua kali, akan tetapi masih belum membuahkan hasil, belum lagi dirinya sangat mengharapkan pihak pihak terkait untuk tidak menghambat jalanya roda pemerintahan yang ada di Bongohulawa.

” Dari kami pemerintah kecamatan sudah memediasi ini bahwa unjuk rasa boleh dilakukan, ketidakpuasan masyarakat boleh dilakukan karena itu hak tapi jangan sampai menghambat pelayanan terhadap masyarakat jadi kantor desanya di buka kemudian tahapan pilkades jalan,” jelas Mohamad.

Muhammad T. Ase menegaskan, keputusan komisi pemilihan pilkades tidak boleh di ganggu gugat mengingat sifatnya final, dan mengikat.

“Cuman saja putusan komisi pemilihan pilkades itu final dan mengikat kecuali yang di gugat adalah perbupnya lewat PTUN, pertemuan tadi sama dengan pertemuan pertama saya dengan masyarakat tetap tidak ada solusinya keinginan mereka adalah barter ada rekomendasi mereka akan buka semua segel yang ada,” tegasnya

Sementara itu, Kabag Ops Polres Gorontalo, AKBP Omizon Eka Putra menerangkan, jika dalam mengamankan kisruh yang ada desa Bongohulawa pihaknya menerjunkan anggota sebanyak 58 orang.

“Jadi hari ini kita melaksanakan pengamanan kemarin memang ada permintaan bantuan pembukaan segel kantor kepala desa di Bongomeme ini sebagai aparat kepolisian kita menurunkan personil sebanyak 58 orang,” terangnya

Oleh karena itu, untuk stabilitas yang ada di Bongomeme pihaknya memberlakukan keteraturan sosial sebagaimana mestinya.

” Kemudian hari ini kita sudah tiba disini dan kita mencoba untuk bisa melaksanakan tindakan tegas terukur apalagi melihat masa yang banyak didominasi ibu-ibu akan tetapi saya sebagai kabag OPS mengambil kebijakan untuk tidak mengambil tindakan tegas itu karena sama halnya kita membuat ketidak teraturan sosial karena tugasnya kepolisian menciptakan keteraturan,” tutur Omizon. (R2)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab