RELATIF.ID, GORONTALO – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo tahun 2025 berlangsung dalam suasana berbeda.
Bukan hanya agenda pemilihan ketua baru, tetapi juga pidato terkahir Ketua DPD II Hendra Hemeto yang menjadi pusat perhatian seluruh peserta.
Hendra, yang memimpin Golkar Kabupaten Gorontalo selama satu dekade, menyampaikan pidato penuh refleksi.
Ia menyampaikan, Musda ini menjadi momentum terakhir dirinya berdiri sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo.
“Walaupun tidak mudah, saya bersyukur karena hari ini adalah momentum terakhir saya berpidato selaku Ketua DPD Golkar Kabupaten Gorontalo,” ujarnya disambut keheningan peserta, Selasa (9/12/2025).
Dekade Kepemimpinan yang Ditutup dengan Pengakuan Jujur
Dalam pidatonya, Hendra mengurai perjalanan panjang selama memimpin partai beringin di tingkat kabupaten.
Selama kepemimpinannya, ia telah melakukan capaian dari penguatan struktur sampai ketingkat desa/kelurahan, peningkatan kualitas kaderisasi, hingga capaian 9 kursi DPRD yang diraih Golkar pada periode ini.
“Semua ini bukan karena Hendra Hemeto-nya, tetapi karena kebersamaan seluruh kader,” katanya.
Diskresi Dan Pengakuan internal Partai
Salah satu bagian pidato yang paling menyita perhatian adalah, saat Hendra secara terbuka menjelaskan soal diskresi yang pernah ia dapatkan.
Diskresi yang dimaksud itu ialah, dirinya dipercayakan dua kali memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo.
Meski dirinya juga sebagai salah satu calon dalam periode ini, namun Hendra tetap mempercayakan pemilihan pada mekanisme partai.
“Diskresi itu adalah tiket saya dua kali menjadi calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo. Tapi untuk menentukan ketua berikutnya, mekanismenya tetap berjalan,” ungkapnya.
Pesan Ketenangan di Tengah Dinamika Politik Internal
Di hadapan pemilik suara, Hendra meminta agar semua pihak tetap menjaga ketenangan dan kondusivitas Musda.
“Para pemilik suara ba tenang jo, tidak usah memperlihatkan apa-apa. Pokoknya torang so tahu… ya,” katanya disambut tawa kecil oleh para peserta.
Pesan ini dianggap sebagai isyarat agar Musda tetap berjalan dengan tertib dan damai.
Musda sebagai Babak Baru Golkar Kabupaten Gorontalo
Dengan berakhirnya masa kepemimpinan Hendra, Musda ke-XI menjadi titik balik bagi Golkar Kabupaten Gorontalo.
Siapapun yang terpilih nanti, menurutnya, akan membawa arah baru bagi perjalanan politik lima tahun ke depan.
“Sebagai kader sejati, saya taat dan tunduk pada perintah partai. Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik,” tegasnya.
Hendra menutup pidatonya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh kader dan apresiasi kepada Bupati Gorontalo serta Ketua DPD Golkar Provinsi Gorontalo yang hadir dalam Musda tersebut. (Beju)



