kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaEkonomKabupaten Gorontalo

Rakernas AKPSI 2026, Kabupaten Gorontalo Dukung Hilirisasi Sawit untuk Kesejahteraan Petani

74
×

Rakernas AKPSI 2026, Kabupaten Gorontalo Dukung Hilirisasi Sawit untuk Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini
Rakernas AKPSI 2026. (Foto. Diskominfo)

“Jadikan hilirisasi ini sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia.”

RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Selama bertahun-tahun, kelapa sawit dikenal sebagai salah satu komoditas perkebunan yang menopang perekonomian berbagai daerah di Indonesia.

Dinosaur

Namun, tantangan pembangunan sektor sawit saat ini, tidak lagi sebatas meningkatkan produksi.

Jauh lebih penting dari itu ialah, bagaimana komoditas tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan masyarakat.

Karena itu, hilirisasi menjadi salah satu strategi yang terus didorong pemerintah agar hasil perkebunan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Komitmen itulah yang kemudian menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Workshop Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Forum yang mengusung tema “Sawit untuk Rakyat” itu, dihadiri Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap penguatan pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.

Hilirisasi untuk Meningkatkan Nilai Tambah

Tonny mengatakan, sektor kelapa sawit memiliki potensi besar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Karena itu, penguatan hilirisasi ini menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi komoditas sawit itu tidak berhenti pada hasil panen, tetapi terus berkembang hingga menghasilkan nilai tambah yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kabupaten Gorontalo siap mengambil bagian dalam penguatan hilirisasi sawit melalui kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan petani. Dengan demikian, nilai tambah komoditas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Tonny.

Menurutnya, pembangunan sektor perkebunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Dibutuhkan juga sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat ekonomi dapat dinikmati secara luas.

Menarik Untuk Anda :  kempo Kabupaten Gorontalo Sumbangan 1 Medali Emas, 3 Perak Dan 1 Perunggu

Kolaborasi Menjadi Kunci Utama

Selain Rakernas AKPSI ini dijadikan sebagai forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, ruang pertemuan itu juga dijadikan sebagai penyelarasan kebijakan, berbagi pengalaman, memperkuat jejaring kerja sama, sekaligus membuka peluang investasi yang mampu meningkatkan daya saing sektor perkebunan.

Melalui kolaborasi yang kuat, setiap daerah diharapkan mampu mengembangkan potensi sawit sesuai karakteristik wilayahnya masing-masing, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.

Sawit untuk Kesejahteraan Petani

Tonny berharap, berbagai rekomendasi yang lahir dari Rakernas AKPSI ini, mampu memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani sebagai pelaku utama sektor perkebunan.

Sebab, menurutnya, keberhasilan pembangunan sawit tidak hanya diukur dari besarnya produksi atau nilai ekspor, tetapi juga sejauh mana komoditas ini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Karena itu, kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun industri sawit yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Membangun Masa Depan Perkebunan

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Gorontalo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akaseh.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Gorontalo menjadi penegasan komitmen daerah dalam mendukung berbagai kebijakan strategis nasional, yang berorientasi pada pembangunan perkebunan berkelanjutan.

Masa depan sektor sawit, tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan atau tingginya produksi. Tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan nilai tambah, memperkuat kemitraan, dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh para petani serta masyarakat di daerah.

Sebab, ketika sawit dikelola secara berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, yang tumbuh bukan hanya pohonnya, tetapi juga harapan bagi ekonomi daerah. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow