Staf Khusus Bupati Gorontalo, Mansir Mudeng Minta Jarwadi Mamu Berfikir Jernih

313

RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO__Pernyataan, Ketua Fraksi Nasdem Kabupaten Gorontalo Jarwadi Mamu yang menuding Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo telah bertindak arogan karena memberhentikan kepala Desa Pulubala karena tak becus dalam pencegahan Covid-19 di masa perpanjangan PPKM, nampak beroleh tanggapan dari Staf Khusus Bupati Gorontalo Bidang Pengawasan Mansir Mudeng.

Menyikapi tudingan itu, Mansir justru melihat bahwa sebaliknya Jarwadi-lah yang arogan, tidak memikirkan keselamatan rakyat.

“Jika Jawardi beranggapan begitu, maka menurut saya justru dia (Jarwadi-Red) yang arogan karena tidak mau menyelamatkan rakyat. Jarwadi tidak mau menyelamatkan rakyat, tidak melindungi rakyat, dia tidak memikirkan kepentingan rakyat, dia hanya memikirkan kepentingan seorang Kepala Desa,” jelas Mansir

Dirinya meminta agar Jarwadi memiliki pemahaman searah, sejalan dan senantiasa respon terhadap kondisi darurat Covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

“Mari sama-sama melindungi rakyat dari bahaya covid-19,” Pintanya

Dipihak lain, langkah Bupati Nelson Pomalingo yang mem-PLT-kan Kepala Desa dijelaskan sebagai bentuk teguran keras kepada para kepala desa yang tidak sungguh-sungguh menangani ancaman penyebaran Covid-19 di desa. Sedangkan tindakan Bupati yang mem-PLT Kades itu pun sama sekali tidak memberhentikan jabatan kepala desa.

“Saya tegaskan, Bupati Nelson tidak memberhentikan, yang terjadi hari ini, Bupati Nelson memberikan teguran keras, sanksinya penujukan pelaksana tugas. Apa yang dijelaskan saudara Jarwadi terkait aturan maupun mekanisme pemberhentian kepala desa itu sesungguhnya eksekutif lebih tau. Aturan itu eksekutif pahami, eksekutif lebih tau sehingga apa yang dilakukan Bupati hanya teguran keras, penunjukan pelaksana Tugas (PLT),” tegas Mansir

“Dalam hal ini, PLT itu sebagai teguran keras, untuk menjadi pembelajaran bagi kepala desa itu dan menjadi perhatian bagi semua Kepala Desa/Lurah bankan para Camat agar tetap bersungguh-sungguh dan respon cepat terhadap situasi dan perkembangan Covid-19,” Lanjutnya

Terakhir, Staf khusus yang memiliki karisma dan kelihayan dalam semua bidang ini menuturkan dalam kondisi darurat Covid-19 maka apapun bisa kita lakukan demi keselamatan rakyat. Apalagi adanya penekanan dari Menteri Dalam Negeri yang telah menegur keras para Kepala Daerah yang tidak bersungguh-sungguh dalam menangani Covid-19 maka Mendagri akan memberikan sanksi tegas hingga pemberhentian dari jabatan.

“Bupati saja bisa dicopot, ini Bupati dipilih oleh rakyat sama halnya Kepala Desa”, tutur Mansir(Win/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab