Waspada! Demam Berdarah Di Kabupaten Gorontalo Mencapai 206 Kasus, Cegah Dengan 3M Plus

306

RELATIF.ID, GORONTALO_Kelapa Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase mengungkapkan berbeda dengan tahun 2023 kemarin, kasus demam berdarah bulan Maret 2024 meningkat hingga 206 kasus, yang tersebar diseluruh Kecamatan, Kabupaten Gorontalo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase

“Yang paling menonjol itu, ada beberapa kecamatan yakni limboto, Limboto Barat, dan telaga biru,” ungkap Ismail Akase, Kamis (28/03/2024).

Ia juga mengatakan, hal ini menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder untuk membantu masalah terkait kasus demam berdarah tersebut.

Melalui Dinas Kesehatan, ungkap Ismail, untuk menindak lanjuti surat edaran Bupati Gorontalo, pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran pada bulan Januari, terhadap kewaspadaan demam berdarah yang tersebar diseluruh Kabupaten Gorontalo

“Olehnya, pencegahan ini sangat perlu untuk masyarakat dengan menerapkan 3 M plus. Dimana, penerapan 3 M plus ini yakni; 1). Menutup, 2). Menguras, 3). Mengubur,” paparnya.

Lebih lanjut, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Dan apabila ada masyarakat mulai mengalami gejala-gejala demam berdarah, pinta Ismail, bahwa dirinya menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan kepada petugas kesehatan terdekat.

“Karna memang demam berdarah ini, dengan cuaca yang kadang panas, kadang juga hujan, kemudian berbawaan dengan bulan Ramadhan, ini sangat dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat untuk menghadapi masalah ini,” tuturnya.

Selanjutnya, Ismail menambahkan, kasus demam berdarah ditahun 2023 bulan Maret, itu tercatat ada 2 orang yang meninggal. Demikian juga tahun 2024 bulan Maret ini, sudah ada dua orang meninggal akibat demam berdarah.

“Kami perintah bisa saja melakukan fogging, namun fogging itu merupakan bagian terakhir, dan hanya mematikan nyamuk dewasa, tapi tidak mematikan jentik-jentik nyamuk. Maka dengan itu, sekali lagi kami menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sekaligus menerapkan 3 M plus,” pungkas Kepala Dinas Kesehatan, Ismail Akase.

Pewarta: Beju

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab