Kepala Cabang Bank BRI Limboto Di Desak Mundur Dari Jabatan Oleh AMMPD

898

RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO__Masih dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini menjadi polemik di Kabupaten Gorontalo membuat Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) gelar aksi di depan kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Limboto.

Kedatangan AMMPD ini yakni menyoroti dugaan penyimpangan dalam program BPNT, yang saat ini dananya melalui Bank BRI untuk Kabupaten Gorontalo, Kamis (24/06/2021).

Karena selama ini menurut masa aksi dari beberapa mesin Elektronik Data Captured (EDC) yang di adakan pihak Bank belum mencakup seluruh wilayah yang di Kabupaten Gorontalo, bahkan ada beberapa E-Warong yang tidak layak lagi di sebut Warong namun oleh Bank tetap di beri program atau EDC.

” “Dalam Permensos mengatur jumlah yang harus digesek oleh E-Warong itu maksimalnya 250 KPM. Nah, bayangkan dengan 40 ribu KPM, lalu kemudian E-Warung hanya 110, maka kita hitung-hitung berarti setiap E-Warung menggesek 400 KPM. Berarti ini sudah melampaui kewenangan, sesuai dengan Permensos,” ujar Rahmat Mamonto koordinator masa aksi

“Apa yang dilakukan oleh Bank BRI sangat menyakiti masyarakat Kabanjahe Gorontalo yakni KPM, karena meloloskan beberapa E-Warong yang seharusnya tidak lagi layak menyalurkan program BPNT. Olehnya kami menduga Bank sudah bermain dengan oknum-oknum tertentu dalam program BPNT,” tegas Rahmat

Kepala Cabang BRI Limboto menerima perwakilan masa aksi

Dalam orasinya juga, Nasar T. Pakaya mendesak kepala Cabang Bank BRI Limboto I Ketut Pastika,.SE untuk mundur dari jabatan jika tak mampu selesaikan seluruh polemik yang berkaitan dengan program BPNT.

“Silahkan mundur dari jabatan jikalau tidak bisa menyelesaikan masalah yang kami aspirasikan saat ini, karena ini adalah program yang berkaitan dengan masyarakat miskin jangan sampai ada pihak-pihak yang sengaja memperkaya diri sendiri,” paparnya

Masa aksi AMMPD saat gelar aksi di Bank BRI Cabang Limboto

Sementara itu, Kepala Cabang Bank BRI Limboto I Ketut Pastika saat di wawancarai tak ingin menjelaskan panjang lebar terkait tuntutan masa aksi. Namun lebih kepada fungsi perbankan itu sendiri di dalam program BPNT.

“Jadi yang ingin saya sampaikan tugas bank itu hanya sebagai penyalur dan menyediakan agen bank, untuk agen itu sendiri kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam hal ini Tikor,” katanya

Dan ditanyakan terkait ketersediaan EDC di wilayah Kabupaten Gorontalo yang tidak sebanding dengan jumlah KPM. I Ketut Pastika menerangkan jika selama ini jumlah EDC sangat mencukupi.

“Selama ini sesuai informasi dari Tim Koordinasi (Tikor) cukup, kami punya 117 EDC. Jadi selama ini tugas kami hanya ada dua sebagai bank penyalur serta menyediakan agen bank untuk agen bank sudah cukup,”Terangnya

Untuk KPM yang melakukan pengesekan di satu Desa/Kelurahan untuk beberapa Desa/Kelurahan, Kepala Cabang Bank BRI mengaku tidak mendapatkan informasi terkait hal ini.

“Kami tidak dapat informasi itu, yang ada di kami hanya dua fungsi itu yang kita pegang,” tutur I Ketut Pastika. (Win/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab